Daftar Tulisan
Daftar Tulisan

Senin, 01 September 2014


Cara Menghapus Akun Facebook Teman yang Sudah Meninggal



Dunia tidak abadi dan pasti akan binasa, begitu juga dengan penghuninya, manusia. Termasuk orang-orang yang memiliki akun Facebook, mereka tidak bisa lepas dari kematian. Seorang bisa saja berlari dan bersembunyi dari kematian. Walaupun di tembok dan penjagaan yang kuat, niscaya dia akan mendatanginya tanpa terkecuali. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (QS. An Nisa : 78)

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ

“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” (QS. Lukman : 34)

Oleh karena itu, ketika ajal datang, kematian menjumpainya, dia merasa tidak mungkin selamat. Dia berharap diberi peluang dan kesempatan untuk memperbaiki apa yang selama hidup di dunia ia lalaikan. Akan tetapi nasi sudah menjadi bubur. Waktu yang berlalu tidak mungkin diputar ulang dan penyesalan selalu datang di belakang, tinggallah waktu penentuan.

Agar penyesalan seperti ini tidak terjadi pada kita, maka yang mesti kita lakukan adalah memanfaatkan detik-detik umur dengan mengisinya dengan kebaikan, memenuhi waktu yang kita miliki dengan amalan ketakwaan. Karena itulah satu-satunya bekal bagi kita di perjalanan panjang, alam akhirat, dimana awalnya dan pintu gerbangnya adalah kematian.

Mungkin diantara teman-teman Facebook Anda ada diantara mereka yang pemiliknya telah meninggal. Akan tetapi akun tersebut masih aktif, bisa dilihat, ditag, dilihat fotonya, dilihat riwayat statusnya dan sebagainya. Kita bisa dengan bebas melihatnya kapan saja kita mau untuk membayar rasa kangen kepada teman kita. Jika kita melihatnya, mungkin akan menjadi kenangan tersendiri. Akan tetapi bagaimana jika ada diantara statusnya (teman yang sudah meniggal) ada kata-kata yang kurang baik, ada foto yang tidak sepantasnya dilihat. Hal ini akan membuat kita sedih.

Pernahkah Anda pikirkan bahwasannya semua kegiatan kita di Facebook akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala? Dan teman Facebook yang sudah meninggal sekarang sedang menjalani pertanggungjawabannya di alam kubur. Maukah kita melihat teman kita disiksa gara-gara membuat status atau foto yang tidak pantas? Tentu saja kita tidak mau dan berharap hal tersebut bisa dihapus secepatnya. Inilah yang mendasari penulis merasa perlu membuat tulisan ini. Kita tidak tahu keadaan teman kita setelah kematiannya dan kita berharap semoga kita dan teman kita selamat dari siksa yang disebabkan oleh penyalahgunaan Facebook.

Baiklah, berikut ini langkah-langkah menghapus (menonaktifkan) akun facebook teman kita yang telah meninggal. Saya berharap Anda bisa membaca tulisan ini sampai selesai berikut nasehat dan kisahnya sehingga bisa memunculkan kehati-hatian bagi kita dalam menggunakan dan memanfaatkan Facebook.
  1. Login ke akun facebook.
  2. Klik link berikut http://www.facebook.com/help/contact/?id=228813257197480


  3. Isilah form yang tersedia seperti nama, email, kronologi, hubungan dan permintaan. Serta harus mengunggah dokumen pendukung bias berupa akta kematian, akta kelahiran, atau surat kuasa.
  4. Klik tombol Kirim.

Perlu dicatat, bahwa cara permintaan ini hanya akan diterima jika yang mengusulkan adalah pihak keluarga terdekat, suami/istri, ayah/ibu, anak atau saudara kandung. Data pengusul diperoleh dari info akun dari orang yang telah meninggal. Selain itu juga harus didukung dengan data yang valid seperti asal kabar berita, kapan meninggal, akta kelahiran atau surat kematian. Jika hal ini tidak disertakan kemungkinan tidak akan berhasil.

Diantara hikmah kita menghapus akun facebook teman kita.
  • Membantu teman kita yang telah meninggal.
  • Jika di dalamnya ada sesuatu yang buruk, maka kita telah memutus investasi keburukan yang ada pada teman kita.

Sedangkan bagi kita yang masih hidup, untuk menghadapi hal itu maka perlu dipersiapkan, antara lain :
  • Menghapus akun facebook kita dengan tangan kita sendiri. Jika hal ini merasa berat, maka berikanlah email dan password facebook kita kepada kerabat kita yang paling dekat. Bisa suami/istri, ayah/ibu, saudara, atau teman yang bisa dipercaya.
  • Menghapus riwayat status, komentar, foto yang tidak pantas dan bisa berakibat fatal.
  • Berhati-hati dalam membuat status, komentar, foto dan sebagainya.
  • Menambahkan salah satu teman kita untuk dijadikan saudara di facebook.

Sebagai penutup dari tulisan kali ini, saya bawakan sebuah kisah tentang seorang anak yang disiksa karena perbuatannya di facebook.

Ada seorang ibu yang bermimpi tentang keadaan anak perempuannya yang sudah meninggal satu minggu yang lalu (saat itu)..

Anak itu minta tolong kepada ibunya untuk menghapus semua foto-fotonya yang ada di facebook, dikarenakan sang anak itu tidak henti-hentinya disiksa oleh ALLAH Subhanahu Wata'ala, sebab semua foto-foto yang diunggah anak itu adalah foto-foto yang membuka aurat, semua orang melihat... Semua orang memandang akan keelokan rupa dan auratnya...

Tetapi begitu sedihnya sang ibu itu, karena ia tidak tau alamat facebook dan kata sandinya. Na'uzubillah...

Sungguh kasihan itu anak..

SEMUA YANG BERNAFAS PASTI MENEMUI AKAN KEMATIAN..

Siapa pun dia, kematian pasti akan menjemput..

Mungkin menjadi hal yang biasa jika kita mengunggah foto pribadi kita ke facebook, namun masalahnya foto yang seperti apa ? Layak dipublish kah (menurut agama) atau tidak..??

Karena semuanya akan dituntut pertanggung-jawaban kelak di Akhirat. Belum lagi foto-foto di facebook itu bisa didownload oleh siapa saja, siapa yang tau jika banyak orang yang mengunduh foto anda (yg mengumbar aurat), dan mungkin di antara mereka ada seorang blogger yang bisa saja mem-publish-nya kembali di blognya, dan akhirnya foto anda akan masyhur di dunia maya.

Sebelum terlambat...
Sebelum ajal menjemput...
YUK KITA HAPUS SEMUA GAMBAR, VIDEO, TULISAN, DLL YANG DAPAT MEMBUAT KITA TERSIKSA DI AKHERAT NANTI..

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari hal tersebut. Amin.


Rabu, 27 Agustus 2014


Tiga Langkah Proteksi Dokumen Microsoft Word

Membuat dokumen menggunakan Microsoft Word merupakan kebiasaan yang sering dilakukan dalam pekerjaan kantor atau tugas. Selain kemudahan dan fitur yang lengkap, Microsoft Word juga menawarkan sistem proteksi yang lengkap. Proteksi yang diberikan meliputi beberapa tahap, ada proteksi ketika membuka dan proteksi yang berkaitan dengan editing. Proteksi dokumen atau memberi password pada dokumen (file) Microsoft Word sangat penting untuk dokumen/ file yang berkaitan dengan data-data penting dan rahasia sehingga tidak sembarang orang bisa membuka atau mengubahnya.

Dalam kaitannya dengan hal tersebut, Bloge Wikarso ingin berbagi tips memproteksi dokumen dengan beberapa tahap proteksi sehingga password tersebut menjadi dokumen yang terproteksi kuat (tidak mudah dibuka) karena proteksi ini terdiri dari beberapa lapis. Lebih jelasnya proteksi tersebut terdiri sebagai berikut :
  • Proteksi membuka (password to open);
  • Proteksi untuk membagi/ mengubah isi file (password to modify); dan
  • Proteksi untuk membatasi kegunaan/ mematikan dokumen (protect document).

Dengan tiga langkah proteksi tersebut, tentu saja tidak sembarangan orang bisa membuka ataupun mengubah isi dari file yang kita punya. Ada beberapa pertimbangan kenapa menggunakan proteksi Microsoft Word dari pada menggunakan proteksi PDF.
  • Proteksi word tidak mudah dijebol sebagaimana pada file PDF. Proteksi file PDF mudah dijebol dengan converter atau cara lain. Sebagaimana dijelaskan pada tulisan sebelumnya PDF yang Diproteksi.
  • Terdapat beberapa pilihan dalam proteksi dokumen terutama dalam membatasi pengguna.

Penulis berpendapat bahwa proteksi pada Microsoft Word ini lebih efektif dibandingkan dengan proteksi pada file PDF.

Proteksi Membuka dan Mengubah isi File
Proteksi pertama adalah memberikan password/ kata sandi untuk membuka file. Dan proteksi kedua untuk menampilkan hasil file dalam keadaan bisa diubah dan tidaknya. Proteksi pertama dan kedua ini dijadikan dalam satu langkah.
  1. Buka program Microsoft Word dan buat sebuah dokumen.
  2. Simpan file (File/ Office Button -> Save/ Save As).
  3. Klik tombol Tools -> General Options.
  4. Isikan password pada kolom password to open (password untuk membuka file) dan password to modify (password untuk mengubah isi file). Kedua password tersebut boleh tidak sama. Klik OK.
  5. Isikan kedua password tadi pada kotak dialog Confirm Password. Klik OK berturut-turut. Jika password yang dimasukkan benar, maka tidak muncul kotak dialog tanda kesalahan.
  6. Terakhir, klik tombol Save untuk menyimpan.



Proteksi Membatasi Akses
Pada proteksi ketiga ini digunakan untuk membatasi akses file. Proteksi ini sangat penting karena bisa mencegah dari orang yang ingin mengcopy ataupun mengubah isi file. Walaupun pada proteksi kedua sebelumnya membatasi dalam hal editing file, akan tetapi proteksi kedua masih bisa dicopy/ digandakan.
  1. Buka file yang akan diberi proteksi.
  2. Klik tab Review -> Proteck Document -> Restrict Formatting and Editing.
  3. Muncul panel sebelah kanan. Beri tanda cek pada Allow only this type of editing in the document -> pilih Filling in forms. Klik tombol Yes, Start Enforcing Protection.
  4. Isikan password dengan isian yang sama. Klik OK.
  5. Simpan dokumen (Save).


Dengan demikian, maka dokumen/ file Anda tidak bisa diubah oleh sembarang orang. Sehingga akan menjaga keutuhan dan keotentikan file tersebut sehingga tidak tercampur dengan hasil editan orang lain.

Islam juga agama yang sempurna dan harus dijaga keotentikannya dari tambahan-tambahan yang tidak ada asalnya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridloi Islam itu Jadi agama bagi kalian” [QS. Al Maaidah 3]
Sejatinya Islam tidak memerlukan tambahan-tambahan (editan) yang bukan berasal dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam karena Islam telah diterangkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwasanya Islam adalah agama yang sempurna. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda :

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. Muslim no. 867)

Oleh karena itu sudah sepatutnya kita menjaga keotentikan Islam.

Demikian. Semoga bermanfaat.

Rabu, 16 Juli 2014


7 Masjid Penyedia Buka Puasa Bersama (Ifthor) di Kecamatan Suradadi

Alhamdulillah.... telah tiba bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan dan ampunan. Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana umat muslim diwajibkan untuk berpuasa.

Sebagaimana telah masyhur firman Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai berikut :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Dan sudah menjadi keharusan, setiap puasa maka wajib berbuka. Berbuka puasa merupakan masa yang membahagiakan. Bahkan menjadi salah satu kebahagiaan...... sebagaimana sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam sebagai berikut :

Dalam hadis qudsi Allah Ta’ala berfirman,

للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه

“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (muttafaq ‘alaihi)

Hadits ini adalah satu dari sekian banyak hadis yang menerangkan tentang keutamaan ibadah puasa. Allah secara langsung menyatakan bahwa puasa dapat menerbitkan kebahagiaan pada hati orang-orang yang melaksanakannya. Beban saat berpuasa menahan segala keinginan syahwat kelak berakhir dengan berjuta kebaikan yang menyenangkan, baik di dunia, maupun di akhirat. (Sumber : Dua Kebahagiaan Bagi Orang Yang Berpuasa)

Bagi Anda yang bermukim tentu tidak begitu merasa kesulitan ketika waktu berbuka tiba. Akan tetapi bagi musafir yang dalam perjalanan atau orang perantauan yang kehabisan bekal tentu akan kesusahan. Mereka membutuhkan makanan berbuka ketika tiba waktunya. Naah... di Suradadi.... sudah ada loh beberapa masjid dan musholla yang menyediakan menu berbuka puasa gratis.... Apa saja kah itu....

Peta masjid dan musholla penyedia buka puasa bersama di Kecamatan Suradadi

  1. Masjid Al Kautsar Suradadi
    Sudah menjadi kebiasaan bagi pengurus masjid besar Al Kautsar Suradadi untuk menyediakan makanan berbuka puasa bersama bagi jamaah yang hadir sob... Letak masjid ini sangat strategis. Terletak di perempatan jalan, menjadikanya ramai dikunjungi banyak orang. Jika kamu dari Pantura, kamu mesti berjalan ke selatan sekira 200 meter dari pasar Suradadi. Bagi kamu yang lagi berwisata di Suradadi atau terdampar di sana, sempatkan mampir di masjid ini ketika waktu berbuka tiba.



  2. Masjid Baitussalam Jatibogor
    Masjid ini juga sudah rutin menyediakan makanan berbuka puasa bersama (ifthor) bagi warga sekitar dan para musafir. Masjid ini terletak tidak berada di jalur utama Pantura, akan tetapi masuk ke jalur desa. Tepatnya di sebelah selatan balai desa Jatibogor. Memang tempatnya jauh dari jalan raya Pantura, tapi cocok dijadikan referensi sebagai tempat singgah ketika berbuka puasa.



  3. Musholla Al Maghfiroh Sidoharjo
    Musholla ini terletak di desa Sidoharjo, tepatnya arah selatan jalur Pantura. Walaupun musholla, tapi tiap harinya mereka menyediakan menu berbuka puasa (ifthor). Kalau kamu tersesat atau lupa arah, dari Pantura kamu bisa masuk melalui gerbang Peleman sekitar 1 km ke arah selatan. Mudah ko dijangkau.


Nomor 4-7 dan foto menyusul

Mohon maaf sekali pada pembaca setia Bloge Wikarso, pembahasan ini baru menjelaskan 3 masjid. Mengingat pembahasan ini penting dan mendesak, sehingga sebisa mungkin dipublish terlebih dahulu. Untuk masjid yang lain dalam tahap observasi oleh koresponden Bloge Wikarso di seluruh Kecamatan Suradadi. Mohon dimaklumi.

Waah... sangat menyenangkan ya, bisa buka puasa bersama bareng setiap hari. Tahu ngga sob, kalau memberi makan orang yang sedang berpuasa itu menghasilkan banyak pahala. Bahkan pahala orang yang berpuasa tersebut akan diberikan kepada kita tanpa dikurangi sedikitpun. Subhanallah... beruntung sekali ya. Lebih lengkapnya kita simak penjelasannya sebagai berikut :

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِماً كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ (رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ وَقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صحيح)

“Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. At Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”)

Termasuk nikmat dari Allah subhanahu wata’ala atas hamba-hamba-Nya, Allah mensyariatkan tolong-menolong di atas kebaikan dan ketakwaan. Dan termasuk tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan ini adalah memberi makanan berbuka bagi orang yang sedang berpuasa, karena orang yang berpuasa diperintahkan untuk berbuka dan menyegerakan buka puasanya.

Apabila dia ditolong dalam perkara ini, maka ini termasuk nikmat dari Allah ‘azza wajalla. Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِماً كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ

“Barangsiapa yang memberi buka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.”

Para ulama berselisih pendapat tentang makna “Barangsiapa yang memberi buka bagi orang yang berpuasa”. Dikatakan bahwa yang diinginkan dengan memberi makanan berbuka di sini adalah memberikan hal minimal yang bisa membatalkan puasa seorang yang berpuasa, walaupun itu hanya sebutir kurma.

Dan sebagian ulama berkata bahwa yang diinginkan di sini adalah memberikan makanan pembuka yang mengenyangkan, karena inilah perkara yang memberikan manfaat bagi orang yang berpuasa sepanjang malam, dan terkadang cukup baginya sampai sahur.

Akan tetapi yang zhahir dari hadits ini adalah manusia apabila memberikan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa walau dengan sebutir kurma, maka dia akan mendapatkan pahala semisal pahala orang yang berpuasa tersebut.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi manusia untuk bersemangat memberikan makanan berbuka bagi orang-orang yang berpuasa dengan kadar semampunya, terlebih lagi bersamaan dengan butuh dan fakirnya orang yang berpuasa tersebut, atau butuhnya mereka karena mereka tidak menemukan orang yang menyediakan makanan berbuka bagi mereka, atau keadaan lain yang menyerupai ini.

(Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin. Diterjemahkan untuk blog ulamasunnah dari Syarah Riyadhus Shalihin, Jilid II halaman 1412, terbitan Darussalam, Mesir)


Demikian. Semoga bermanfaat.

Senin, 14 Juli 2014


Program Pembantu Penulisan Ijazah

Dalam penulisan Ijazah dibutuhkan ketelitian dan kehati-hatian ketika menuliskannya. Banyak yang harus diteliti kembali ketika hal tersebut telah dilakukan. Bahkan untuk mengurangi kesalahan dalam penulisannya dibuat standar ganda sebagai koreksi dari konsep ijazah yang telah ditulis.

Memang itu bukanlah hal mudah. Mengingat, Ijazah adalah dokumen hidup. Dokumen pribadi yang akan berlaku selamanya. Bagi seorang siswa, ini adalah dokumen berharga yang tidak boleh rusak dan hilang. "Inilah hasil belajarku..." demikianlah mereka berujar.

Petugas yang menulis Ijazah hendaknya berhati-hati saat menulis dokumen Ijazah.

Format Ijazah yang sekarang, memiliki format yang mendetail. Terdiri dari beberapa nilai yang perhitungannya membutuhkan ketelitian. Seperti Nilai rata-rata rapor, nilai ujian sekolah, nilai sekolah, dan nilai ujian nasional. Masing-masing nilai tersebut dikelompokkan berdasarkan format yang disesuaikan.

Dalam postingan kali ini Bloge Wikarso ingin berbagi sedikit program pembantu penulisan Ijazah bagi petugas penulis Ijazah supaya lebih mudah dan efisien dalam mengerjakannya. Silahkan bisa dicoba.

Tampilan utama program pembantu penulisan Ijazah

Halaman cetak


Download Program Pembantu Penulisan Ijazah

Demikian. Semoga bermanfaat.

Tulisan Populer